• Call: +62
  • E-mail: sahita.institute@hints.id
Sahita Institure
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result

Diskusi Publik Bjorka 98 Soroti Ancaman Militerisme terhadap Supremasi Sipil dan Demokrasi

June 15, 2026
in News
Home Collective Idea News
Share on FacebookShare on Twitter



FORUM KEADILAN – Menguatnya peran institusi keamanan dalam ruang sipil dinilai perlu terus diawasi agar tidak menggerus semangat Reformasi 1998 yang menjunjung supremasi sipil dan demokrasi konstitusional.

Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Militerisme Mengancam Supremasi Sipil dan Demokrasi di Indonesia?” yang diselenggarakan Barisan Jaringan Organisasi Kampus (Bjorka) 98 di Tjiko Coffee, Jakarta Pusat, Jumat, 12/6/2026.

Sejumlah pembicara menilai, demokrasi Indonesia membutuhkan pengawasan publik yang kuat agar perluasan peran institusi keamanan tidak mengaburkan batas antara ranah militer dan sipil.

Dodi Ilham dari Nefa 98 mengatakan, persoalan utama bukan terletak pada siapa yang sedang memegang kekuasaan, melainkan bagaimana penegakan hukum dan kontrol masyarakat dapat berjalan secara efektif.

“Yang harus lebih diutamakan adalah penegakan hukum. Siapa pun yang berkuasa bukan persoalan utama. Yang terpenting bagaimana rakyat mampu melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Menurut Dodi, Reformasi 1998 bertujuan membangun demokrasi yang sehat dan konstitusional. Karena itu, setiap produk hukum maupun kebijakan pemerintah harus terbuka terhadap kritik serta pengujian publik.

Ia menegaskan, Indonesia merupakan negara demokrasi yang berdasarkan hukum sehingga pengawasan harus diperkuat di seluruh sektor, mulai dari keamanan, pertahanan hingga ekonomi. Baginya, ancaman terbesar terhadap bangsa saat ini justru praktik korupsi yang dapat melemahkan sendi-sendi negara.

“Ketika rakyat berhenti mengawasi, di situlah demokrasi mulai kehilangan arah,” katanya.

Jurnalis Rarasworo Tedjo Asmoro mengingatkan Indonesia pernah mengalami periode ketika pendekatan keamanan sangat dominan dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, pengalaman sejarah tersebut perlu dijadikan pelajaran agar tidak terulang kembali.

Ia menjelaskan, militerisme merupakan kondisi ketika cara pandang dan pendekatan keamanan terlalu mendominasi pengelolaan negara sehingga kritik dipandang sebagai ancaman dan stabilitas ditempatkan di atas kebebasan warga negara.

“Reformasi 1998 lahir justru untuk mengoreksi pola-pola tersebut. Demokrasi tidak boleh dikendalikan oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kedaulatan rakyat yang dijalankan melalui konstitusi dan hukum,” ujarnya.

Rarasworo menambahkan, stabilitas yang dibangun melalui kontrol berlebihan tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, stabilitas yang lahir dari keadilan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga akan menjadi fondasi demokrasi yang lebih kokoh.

Sementara itu, Direktur Studi Demokrasi Rakyat Hari Purwanto menilai, berbagai perkembangan belakangan menjadi peringatan agar masyarakat tetap mengawasi perluasan ruang gerak institusi keamanan dalam kehidupan sipil.

Menurutnya, perubahan regulasi yang memberikan ruang lebih luas kepada institusi tertentu harus diimbangi dengan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban yang kuat agar tidak menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

Hari juga menyoroti pentingnya investigasi dan akuntabilitas apabila terjadi pelanggaran oleh aparat maupun individu dalam institusi negara. Ia mengingatkan disiplin dan kepatuhan institusi keamanan harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip demokrasi.

“Ketika ruang kontrol publik semakin mengecil, maka potensi ancaman terhadap kehidupan demokrasi juga semakin besar,” ujarnya.

Peneliti Sahita Institute Olisias Gultom, menyoroti proses penyusunan berbagai regulasi strategis yang dinilainya berlangsung terlalu cepat dan minim partisipasi publik.

Menurutnya, revisi sejumlah aturan di sektor keamanan memunculkan kekhawatiran karena berpotensi memperluas kewenangan institusi keamanan ke wilayah sipil yang selama era reformasi sengaja dipisahkan demi menjaga keseimbangan kekuasaan.

“Demokrasi bukan hanya soal pemilu lima tahunan, tetapi juga bagaimana negara menjamin partisipasi warga, melindungi hak-hak sipil, dan membuka ruang bagi perbedaan pendapat,” katanya.

Olisias menilai, proses legislasi yang tidak melibatkan masyarakat secara memadai dapat menimbulkan kesan bahwa kebijakan dibuat secara top-down tanpa mengakomodasi aspirasi publik.

Karena itu ia menegaskan, prinsip checks and balances, supremasi hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan harus terus dijaga agar demokrasi tetap berjalan sehat.

Diskusi yang dihadiri berbagai kalangan aktivis dan masyarakat sipil tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan Reformasi 1998 sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga supremasi sipil di tengah dinamika politik dan keamanan nasional. Para pembicara sepakat bahwa demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila kekuasaan tetap berada dalam koridor konstitusi, diawasi publik secara aktif, dan dijalankan dengan penghormatan terhadap hukum serta hak-hak warga negara.*

Laporan oleh: Muhammad Reza
sumber : forumkeadlian.com

Tags: #DemokrasiIndonesia#HakAsasiManusia#hints#KontrolPublik#Militerisme#Reformasi1998#SupremasiSipil
Previous Post

A threat to climate action, ISDS should be removed from the ASEAN-Australia-New Zealand FTA (AANZFTA)

Next Post

Koalisi MKE Desak DPR Tolak Ratifikasi ART RI-AS karena Dasar Hukumnya Telah Gugur

admin_hints

admin_hints

Discussion about this post

Follow Us

  • Perdagangan global bukan cuma soal ekspor, impor, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ada kepentingan besar, perebutan pengaruh, dan relasi kuasa yang ikut menentukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang berisiko tertinggal.

Lewat dialog publik “Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO”, kita diajak melihat lebih kritis arah perdagangan dunia di tengah rivalitas negara-negara besar dan menguatnya proteksionisme.

#PerdaganganBebas #WTO #KeadilanEkonomi #KedaulatanEkonomi #RuangKebijakan
  • Perdagangan internasional kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen efisiensi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi negara dalam melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonomi. Menguatnya nasionalisme ekonomi, proteksionisme, dan economic statecraft, termasuk perang dagang AS–Tiongkok, memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perdagangan bebas sedang mengalami kemunduran, atau justru bertransformasi menjadi sistem yang semakin selektif dan strategis?

Di tengah perubahan tersebut, relevansi dan kapasitas WTO dalam menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan ikut dipertanyakan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang membutuhkan ruang kebijakan (policy space) untuk pembangunan. 

Kegiatan dialog publik ini diselenggarakan oleh Fakultas HI Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE), diharapkan dapat menjadi ruang diskusi kritis bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat sipil untuk membahas isu tersebut.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/rekan-rekan anggota Koalisi MKE untuk hadir pada:

📌 *Dialog Publik: Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO*
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
⏰ Waktu: 13.00 WIB - selesai
📍 Tempat: Ruang Teater, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang

Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

#KoalisiMKE #KeadilanEkonomi #UniversitasDiponegoro #UNDIP #AkademisiDanMasyarakatSipil
  • Here are a few glimpses of resistance from around the world.
ISDS threatens public policy space, social justice, and environmental protection. Let’s unite our voices during the **Global Action Days Against ISDS!*

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 5

Video 5 - ISDS Attacks the Marine Environment 

Getting paid billions without even mining? Welcome to the reality of ISDS. ☣️

Even when governments enforce international marine protections—like UNCLOS—foreign investors can use complex corporate web structures to sue for "lost future profits". 🤯🙄

Corporations can extract millions from public coffers simply because a country chooses to protect its ocean. 🌊 

We can NOT allow secretive trade mechanisms to exploit our oceans and public money.

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 4

Is it possible to stop ISDS? ⛓️‍💥⛔️

Absolutely—and countries are already doing it! 🌍

From Indonesia and India terminated outdated bilateral investment treaties, to Germany exiting the Energy Charter Treaty, governments worldwide are realizing the danger of corporate courts. 😵✊🏽

Our Governments must STOP fearing corporate scaremongering.

Evidence shows foreign investment relies on resources, market size, and infrastructure—not ISDS clauses.

We call on governments to stand firm, exit toxic investment treaties, and protect national policy space! 🚨

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!
#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 3

Resource sovereignty is under attack. 🛘‼️

As the race for critical minerals speeds up, Global South countries are facing the risks of ISDS.

When Governments enact raw material export bans, enforce local processing, or protect indigenous lands, multinational corporations use ISDS to sue for billions of US dollars. 💸 

In countries like Indonesia and the Philippines, these corporate threats hold indigenous rights, environmental protections, and national policies hostage. 😵

Therefore, we demand an end to investment treaties with ISDS permanently and prioritize community rights over corporate greed! 🫵🏼✊🏽

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 2

ISDS Attacks Tax Justice 

Who pays the price when your Government is being sued through ISDS? YOU do. 💸😰

Fossil fuel corporations often seek tax avoidance, when Governments ask for them to pay–they’re threatened with ISDS claims.

When corporations use ISDS to attack national policies, Government budgets take a massive hit.

Losing an ISDS case or even paying high-powered legal teams to defend against one, drains public funds that belong to the people. 💰👥

Fewer public funds means reduced budget for important public services such as healthcare, education, and social security programs. ⛓️‍💥📉

ISDS doesn’t just protect investors but it actively steals communities of their rights to public services. 🥷

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

IsdsOutClimateJusticeIn ISDSThreatensOurPlanet ClimateJustice StopISDS ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS Threatens Our Planet - Part 1

ISDS Attacks Coal Phase Out

How are corporate courts blocking urgent climate action? ⚠️🌏
Imagine a mechanism where Governments are chilled from taking robust climate actions out of fear from getting sued by corporations.

Yes, the mechanism is called Investor-State Dispute Settlement (ISDS). It allows foreign corporations to sue governments in secret tribunals for billions of dollars whenever public policies ”threaten” their future profits. 🤯🤬

Clive Palmer’s case against Australia shows us that ISDS is being weaponized to delay coal phase-outs and evade democratic accountability.
When corporations can hold climate policy hostage, taxpayers end up paying the price. 

In pushing for an ISDS-free world, we join the global movement on the global days of action against ISDS. 

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @psiglobalunion @lciti.ui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev

© 2022 - Sahita Institute

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication

© 2022 Sahita Institute