• Call: +62
  • E-mail: sahita.institute@hints.id
Sahita Institure
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result

Kedaulatan Negara Bukan Barang Dagangan: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Prabowo Batalkan Ratifikasi Perjanjian ART Indonesia-AS

July 13, 2026
in Collective Idea, Publication
Home Collective Idea
Share on FacebookShare on Twitter

Siaran Pers

Jakarta, 13 Juli 2026 – Di tengah retorika kemandirian ekonomi, penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pada tanggal 19 Februari 2026 lalu justru menjadi ancaman serius bagi kedaulatan nasional. Janji penurunan tarif sebesar 19% hanyalah ‘pemanis’ di permukaan yang menutup kenyataan pahit bahwa Indonesia tengah menggadaikan kebijakan strategisnya demi kepentingan ekonomi dan keamanan Washington. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (Koalisi MKE) melihat ini bukan sebagai kerjasama yang saling menguntungkan, melainkan jebakan liberalisasi yang melucuti daya tawar bangsa dan menempatkan Indonesia di bawah kendali asing.

Substansi perjanjian ini secara gamblang menempatkan Indonesia dalam posisi subordinat. Juga memaksa negara untuk melakukan penyesuaian sepihak (unilateral adjustment) terhadap puluhan regulasi domestik. Mulai dari penguasaan mineral kritis demi rantai pasok pertahanan AS hingga penghapusan instrumen perlindungan industri dalam negeri seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang semuanya dirancang untuk memfasilitasi kepentingan korporasi AS tanpa jaminan alih teknologi bagi rakyat Indonesia. Perjanjian ini secara efektif mencabut hak negara untuk berdaulat penuh atas sumber daya alam, kebijakan fiskal, hingga ruang digitalnya sendiri.

Ancaman ini berdampak langsung bagi setiap lapisan masyarakat; petani akan kehilangan kebebasannya untuk menyimpan dan membudidayakan benih akibat aturan budidaya benih  global yang ketat (Perjanjian UPOV 1991), pasien akan tercekik harga obat mahal akibat perpanjangan masa monopoli paten obat, nelayan akan kalah saing oleh banjirnya produk impor perikanan murah, dan lain sebagainya. Mengingat dampaknya yang sangat luas dan mendasar bagi kehidupan bangsa, upaya Pemerintah untuk meratifikasi perjanjian ini tanpa adanya transparansi dan tanpa persetujuan dari DPR RI merupakan pelanggaran nyata terhadap mandat Pasal 11 Ayat (2) UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 13/PUU-XVI/2018 sehubungan dengan UU Perjanjian Internasional.

Koalisi MKE menyoroti enam poin fundamental mengapa perjanjian ini merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan hidup rakyat Indonesia:

  1. Cacat Hukum Internasional. Putusan Mahkamah Agung AS telah menyatakan bahwa tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Trump adalah ilegal, sehingga ART ini tidak memiliki dasar hukum yang sah di Amerika Serikat itu sendiri.
  2. Penyesuaian Sepihak (Unilateral), Bukan Bilateral. Perjanjian ini bukanlah kesepakatan yang setara, melainkan upaya paksa untuk menempatkan kebijakan ekonomi, keamanan, dan politik luar negeri Indonesia di bawah kontrol ketat AS. Indonesia dipaksa untuk merevisi puluhan peraturan

perundang-undangan nasional demi memfasilitasi kepentingan asing, sementara hampir tidak ada perubahan regulasi bagi AS.

  • Ancaman Kebangkrutan Petani dan Nelayan. Rezim akses pasar yang asimetris akan membanjiri pasar domestik dengan produk pangan dan perikanan AS. Kewajiban impor produk pertanian dari AS senilai US$45 juta dalam kurun waktu lima tahun ke depan dipastikan akan memukul harga di tingkat produsen lokal secara drastis.
  • Perampasan Hak atas Benih. Melalui kewajiban ratifikasi Perjanjian UPOV 1991, petani Indonesia akan kehilangan kemerdekaan untuk mengembangkan, menyimpan, dan bertukar benih, yang merupakan jantung dari kedaulatan pangan nasional.
  • Kerugian Ekonomi Digital. Perjanjian ini menghalangi hak Indonesia untuk memungut pajak layanan digital dari perusahaan raksasa AS, sehingga semakin memperkuat dominasi ekstraksi data oleh pihak asing di tanah air.
  • Mencekik Pasien dengan Harga Obat yang Mahal. Melalui ketentuan mengenai kewajiban eksklusivitas data, masa monopoli atas perusahaan farmasi besar atas paten obat dapat semakin diperpanjang. Hal ini akan menunda atau bahkan mencegah masuknya kompetisi generik, sehingga harga obat tetap mahal dan merugikan pasien dan negara.
  • Pelanggaran Mandat Konstitusi. Mengacu pada Pasal 11 Ayat (2) UUD 1945 dan Putusan MK No.13/PUU-XVI/2018, perjanjian yang berdampak luas dan mendasar bagi rakyat wajib mendapatkan persetujuan dan DPR RI dan menjalani proses analisis dampak yang transparan dengan pelibatan publik.

TUNTUTAN UTAMA KOALISI MKE:

  • Kepada Presiden RI: Segera membatalkan rencana ratifikasi Perjanjian ART Indonesia-AS. Kesejahteraan rakyat tidak boleh ditukar dengan konsesi tarif yang bersifat semu.
    • Kepada DPR RI: Jangan menjadi ‘stempel’ bagi Pemerintah. DPR RI wajib melakukan analisis dampak komprehensif, transparan, dan demokratis dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas sebelum mengambil keputusan apapun terkait perjanjian ini.
    • Kepada Pemerintah Indonesia: Tetap berpegang teguh pada posisi internasional untuk tidak bergabung dengan UPOV dan mempertahankan kedaulatan digital melalui pajak layanan digital demi keadilan ekonomi nasional.

Perjanjian ART ini adalah langkah mundur bagi kemandirian bangsa. Jika diratifikasi, Indonesia bukan lagi negara merdeka yang berdaulat atas sumber dayanya, melainkan sekadar instrumen pendukung kepentingan global AS.

Narahubung:
Salsabila N. Aziziah, Koalisi MKE/Puanifesto Email: salsabilaaziziah@gmail.com

Tentang Koalisi MKE:
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (Koalisi MKE) terbentuk pada 2016 yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil dan akar rumput yang bergerak pada isu hegemoni korporasi dan ekonomi politik global dalam konteks feminis, kesehatan, perikanan, pangan, agrikultur, digital, ketenagakerjaan, dan lingkungan.

Organisasi anggotanya terdiri dari Ekologi Maritim Indonesia (Ekomarin), FARKES, Indonesia AIDS Coalition (IAC), Sahita Institute (HINTS) Indonesia for Global Justice (IGJ), FIAN Indonesia, Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Puanifesto, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Serikat Petani Indonesia (SPI), dan Solidaritas Perempuan (SP).

Previous Post

RDPU DENGAN KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK KEADILAN EKONOMI

Next Post

Buka Keran kepemilikan Minerba, ART Lucuti arah Hilirisasi

admin_hints

admin_hints

Discussion about this post

Follow Us

  • Perdagangan global bukan cuma soal ekspor, impor, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ada kepentingan besar, perebutan pengaruh, dan relasi kuasa yang ikut menentukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang berisiko tertinggal.

Lewat dialog publik “Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO”, kita diajak melihat lebih kritis arah perdagangan dunia di tengah rivalitas negara-negara besar dan menguatnya proteksionisme.

#PerdaganganBebas #WTO #KeadilanEkonomi #KedaulatanEkonomi #RuangKebijakan
  • Perdagangan internasional kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen efisiensi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi negara dalam melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonomi. Menguatnya nasionalisme ekonomi, proteksionisme, dan economic statecraft, termasuk perang dagang AS–Tiongkok, memunculkan pertanyaan mendasar: apakah perdagangan bebas sedang mengalami kemunduran, atau justru bertransformasi menjadi sistem yang semakin selektif dan strategis?

Di tengah perubahan tersebut, relevansi dan kapasitas WTO dalam menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan ikut dipertanyakan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang membutuhkan ruang kebijakan (policy space) untuk pembangunan. 

Kegiatan dialog publik ini diselenggarakan oleh Fakultas HI Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekonomi (MKE), diharapkan dapat menjadi ruang diskusi kritis bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat sipil untuk membahas isu tersebut.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/rekan-rekan anggota Koalisi MKE untuk hadir pada:

📌 *Dialog Publik: Perdagangan Bebas di Persimpangan Jalan: Kebangkitan Nasionalisme Ekonomi dan Masa Depan WTO*
🗓️ Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
⏰ Waktu: 13.00 WIB - selesai
📍 Tempat: Ruang Teater, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang

Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.

#KoalisiMKE #KeadilanEkonomi #UniversitasDiponegoro #UNDIP #AkademisiDanMasyarakatSipil
  • Here are a few glimpses of resistance from around the world.
ISDS threatens public policy space, social justice, and environmental protection. Let’s unite our voices during the **Global Action Days Against ISDS!*

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 5

Video 5 - ISDS Attacks the Marine Environment 

Getting paid billions without even mining? Welcome to the reality of ISDS. ☣️

Even when governments enforce international marine protections—like UNCLOS—foreign investors can use complex corporate web structures to sue for "lost future profits". 🤯🙄

Corporations can extract millions from public coffers simply because a country chooses to protect its ocean. 🌊 

We can NOT allow secretive trade mechanisms to exploit our oceans and public money.

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 4

Is it possible to stop ISDS? ⛓️‍💥⛔️

Absolutely—and countries are already doing it! 🌍

From Indonesia and India terminated outdated bilateral investment treaties, to Germany exiting the Energy Charter Treaty, governments worldwide are realizing the danger of corporate courts. 😵✊🏽

Our Governments must STOP fearing corporate scaremongering.

Evidence shows foreign investment relies on resources, market size, and infrastructure—not ISDS clauses.

We call on governments to stand firm, exit toxic investment treaties, and protect national policy space! 🚨

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!
#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 3

Resource sovereignty is under attack. 🛘‼️

As the race for critical minerals speeds up, Global South countries are facing the risks of ISDS.

When Governments enact raw material export bans, enforce local processing, or protect indigenous lands, multinational corporations use ISDS to sue for billions of US dollars. 💸 

In countries like Indonesia and the Philippines, these corporate threats hold indigenous rights, environmental protections, and national policies hostage. 😵

Therefore, we demand an end to investment treaties with ISDS permanently and prioritize community rights over corporate greed! 🫵🏼✊🏽

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui  @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS THREATENS OUR PLANET – PART 2

ISDS Attacks Tax Justice 

Who pays the price when your Government is being sued through ISDS? YOU do. 💸😰

Fossil fuel corporations often seek tax avoidance, when Governments ask for them to pay–they’re threatened with ISDS claims.

When corporations use ISDS to attack national policies, Government budgets take a massive hit.

Losing an ISDS case or even paying high-powered legal teams to defend against one, drains public funds that belong to the people. 💰👥

Fewer public funds means reduced budget for important public services such as healthcare, education, and social security programs. ⛓️‍💥📉

ISDS doesn’t just protect investors but it actively steals communities of their rights to public services. 🥷

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree

IsdsOutClimateJusticeIn ISDSThreatensOurPlanet ClimateJustice StopISDS ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @publicservicesinternational @lciti.fhui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev
  • ISDS Threatens Our Planet - Part 1

ISDS Attacks Coal Phase Out

How are corporate courts blocking urgent climate action? ⚠️🌏
Imagine a mechanism where Governments are chilled from taking robust climate actions out of fear from getting sued by corporations.

Yes, the mechanism is called Investor-State Dispute Settlement (ISDS). It allows foreign corporations to sue governments in secret tribunals for billions of dollars whenever public policies ”threaten” their future profits. 🤯🤬

Clive Palmer’s case against Australia shows us that ISDS is being weaponized to delay coal phase-outs and evade democratic accountability.
When corporations can hold climate policy hostage, taxpayers end up paying the price. 

In pushing for an ISDS-free world, we join the global movement on the global days of action against ISDS. 

Join us to fight against corporate power through www.stopsids.global

Stay tuned for the next parts as we reveal how ISDS threatens our planet!

#IsdsOutClimateJusticeIn #ISDSThreatensOurPlanet #ClimateJustice #StopISDS #ISDSfree 

@pwypindonesia @resourcejusticenetwork @thirdworldnetwork @psiglobalunion @lciti.ui @pacificnetworkonglobalisation @aftinet @focussouth @bilaterals_org @powershift_ev

© 2022 - Sahita Institute

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication

© 2022 Sahita Institute