• Call: +62
  • E-mail: sahita.institute@hints.id
Sahita Institure
  • Home
  • About Us
  • Campaign
    • Trade Justice
    • Digital Justice
    • Energy Transtition
  • Collective Idea
    • Visual Movement
    • Article
  • News
  • Publication
No Result
View All Result
Sahita Institute
No Result
View All Result

Industrialisasi Dari Bawah

Kertas Posisi Indonesia

December 8, 2025
in Collective Idea, Publication
Home Collective Idea
Share on FacebookShare on Twitter

Transformasi ekonomi global kini tengah bergeser, dari sumber energi hingga teknologi dan komoditas ramah lingkungan, yang digadang sebagai solusi krisis iklim. Namun, di balik itu, isu ini masih dimanfaatkan untuk hegemoni politik global, di mana negara-negara global selatan tetap berperan sebagai penyedia bahan baku dan tenaga kerja murah, sementara keuntungan tetap mengalir ke negara utara. Fenomena ini disebut kolonialisme hijau, yang memperkuat ketergantungan struktural di bidang geoekonomi dan geopolitik.

Merespons tantangan ini, Pemerintah Indonesia mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam untuk menciptakan produk bernilai tambah, mengurangi ketergantungan impor dan pelemahan ekonomi akibat liberalisasi dan utang luar negeri. Hilirisasi ditargetkan pula untuk membuka lapangan kerja dan mencegah jebakan pendapatan menengah akibat deindustrialisasi.

Namun, pertanyaannya, apakah transformasi ini benar-benar adil bagi rakyat? Gerakan Buruh Indonesia mengadakan Simposium Nasional Industri Hijau pada 1-3 Juli 2025 di Sentul, Jawa Barat, sebagai ruang diskusi lintas sektor dan isu. Simposium bertujuan memahami perkembangan geoekonomi dan geopolitik, serta merumuskan konsep industrialisasi berkeadilan, dekolonialisasi, transisi energi, dan regionalisme alternatif. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan dokumen pembangunan alternatif sebagai agenda aksi bersama bagi gerakan rakyat dalam menghadapi transisi hijau secara adil dan berkelanjutan.

Download : Kertas Posisi Indonesia Industrialisasi Dari Bawah

Previous Post

ISDS, Ancaman dan Risiko Ketika Investor Bisa Gugat Negara

Next Post

Venezuela Sebagai Pintu Masuk Kekuasaan Tanpa Aturan

admin_hints

admin_hints

Discussion about this post

Follow Us

    © 2022 - Sahita Institute

    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    No Result
    View All Result
    • Home
    • About Us
    • Campaign
      • Trade Justice
      • Digital Justice
      • Energy Transtition
    • Collective Idea
      • Visual Movement
      • Article
    • News
    • Publication

    © 2022 Sahita Institute